![]() |
| Ilustrasi pesawat Boeing 747-100 milik maskapai
Pan Am di atas langit Lockerbie, Skotlandia pada 21 Desember 1988. |
London (Tugu
Pena) - Penyelidik
gabungan asal Skotlandia dan Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi dua
orang tersangka berkebangsaan Libya yang diduga terlibat dalam pemboman pesawat
Boeing 747-100 milik maskapai Pan Am di atas langit Lockerbie, Skotlandia pada
21 Desember 1988.
Reuters melansir, pihak kejaksaaan
Skotlandia mengaku telah melayangkan Surat Permohonan ke otoritas hukum yang
terkait di Libya untuk bisa mengidentifikasi dua orang tersangka pemboman
pesawat Pan Am 103 di Tripoli.
"Advokat dan Jaksa Agung AS mencari
bantuan dari pihak Kehakiman Libya agar polisi Skotlandia dan FBI bisa
mewawancarai dua tersangka tersebut di Tripoli," ujar seorang Jaksa di
Skotlandia.
Warga negara Libya bernama Abdel
Basset al-Megrahi, satu-satunya orang yang dinyatakan bersalah atas pemboman
itu telah meninggal di Libya pada 2012 setelah dibebaskan dari penjara atas
dasar kemanusiaan.
Pan Am 103 merupakan penerbangan
harian milik maskapai Pan American World Airways yang meledak di udara pada 21
Desember 1988 saat melintas di atas Lockerbie, Dumfries dan Galloway,
Skotlandia.
Tragedi 'Lockerbie 1988' itu
tercatat menewaskan 270 orang dari 21 negara yang sebagian besar merupakan awak
dan penumpang pesawat Pan Am 103. Korban paling banyak merupakan penumpang asal
AS yakni mencapai 189 orang.
Pesawat dengan rute penerbangan dari
Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional John F.
Kennedy, New York ini hancur setelah peledak plastik berukuran sekitar 340-450
gram di bagian kargo pesawat diledakkan atas perintah langsung dari pemimpin
Libya, Kolonel Muammar al-Gaddafi.
Musibah ini menjadi subyek pencarian
kriminal terbesar di Britania. Pihak kepolisian Skotlandia dan FBI telah
melakukan investigasi terhadap sekitar 15 ribu saksi mata.

0 komentar :
Posting Komentar