![]() |
| Sebagian warga di Myanmar menuduh Suu Kyi memihak warga Muslim, sementara komunitas internasional mengatakan partainya mengabaikan Rohingya. |
Diberitakan Reuters, Suu Kyi yang
tiba di Rakhine pada Jumat (16/10) akan berkampanye di banyak tempat negara
bagian itu kecuali wilayah Sittwe yang warganya kurang mendukung partai Liga
Nasional untuk Demokrasi, NLD.
Kampanye
Suu Kyi di Rakhine akan dibayangi warga minoritas isu Rohingya seiring tuduhan
partai lokal, Partai Nasional Arakan, ANP, yang mengatakan NLD terlalu memihak
Rohingya dan tidak peduli pada warga Buddha di wilayah itu.
ANP
sebagai partai nasionalis sayap kanan disebut berperan besar dalam gelombang
kekerasan di Rakhine yang membuat ratusan ribu warga Rohingya mengungsi,
termasuk ke Indonesia.
Di
sisi lain, sebagian warga Myanmar dan komunitas internasional mengkritik Suu
Kyi karena dinilai tidak cukup ambil bagian dalam menghentikan kekerasan
terhadap Rohingya. Suu Kyi selama ini terlihat menghindari berkomentar soal
hak-hak warga negara bagi Rohingya.
Pada
pemilu 8 November mendatang, Rohingya tidak memiliki hak suara karena dianggap
bukan warga negara.
Sekitar
140 ribu warga Rohingya saat ini masih berada di kamp yang penuh sesak di
Rakhine. Sejak pemerintahan militer Myanmar berakhir pada 2011, nasib Rohingya
yang dianggap beretnis Bangladesh tidak juga membaik.
Suu
Kyi tiba di Thandwe dan langsung akan berangkat kampanye di Toungup. Kota kecil
ini disebut sebagai salah satu daerah pemicu kekerasan terhadap Rohingya pada
Juni 2012 lalu. Saat itu 10 warga Muslim Rohingya dibantai setelah bus yang
tumpangi dicegat warga.
Thandwe
juga tidak lepas dari kekerasan agama. Pada Oktober 2013, warga Buddha Rakhine
membunuh lima warga Muslim etnis Kaman di kota itu. Tidak seperti Rohingya,
Kaman diakui sebagai salah satu dari 135 kelompok etnis di Myanmar. Akibat
bentrok itu, ratusan orang terpaksa mengungsi.
John
Yin Win, ketua NLD di Thandwe, mengakui mereka masih bisa menang di wilayah ini
walau peluangnya kecil. NLD, kata dia, fokus pada rekonsiliasi.

0 komentar :
Posting Komentar