![]() |
| Suasana penjemputan pengungsi Aceh Singkil di salah satu posko pengungsian Kab. Tapanuli Tengah |
Tapanuli Tengah (Tugupena) - Kondisi Kabupaten Aceh Singkil pasca bentrokan sudah pulih sehinga masyarakat dapat kembali ke kampung halaman dengan aman. "Saat ini kondisi Aceh Singkil telah membaik dan kondusif, dimana seluruh rutinitas berjalan kembali normal". Kata Bupati Aceh Singkil, Safriadi Manik dalam acara penjemputan pengungsi Aceh Singkil pada Jumat (16/10).
Safriadi juga mengatakan bahwa pemerintah Provinsi juga akan memberi izin terhadap rumah ibadah yang berada di Aceh Singkil sehingga diharapkan kejadian berdarah tidak lagi terjadi di Singkil. Kembalinya suasana Aceh Singkil menjadi kondusif berkat peran dari seluruh jajaran dan instansi terkait, khususnya Kapolri, Gubernur Aceh dan Pangdam Iskandar Muda yang menyempatkan diri hadir ke Singkil sehingga keadaan kembali normal, tambah Safriadi.
Ketua Panitia penanggulangan pengungsi, Pastor Alfons Pandiangan mengatakan, warga manduamas sangat senang dengan kedatangan saudara dari Singkil dan pihaknya berdoa kejadian tersebut tidak akan berulang dimana pun. "Berdasarkan data yang ada, jumlah warga Aceh Singkil yang berada di Paroki berjumlah 2473 jiwa yang terdiri dari 1250 laki laki dan 1223 Perempuan.
Warga Manduamas merasa terhormat dapat menerima penduduk Aceh Singkil, sehingga seluruh panitia merasa sangat senang dapat membantu saudara-saudara yang mengalami musibah. Semoga kejadian yang dialami saudara di Aceh Singkil tidak terjadi lagi dan berulang ditempat-tempat lainnya."
Acara tersebut juga dihadiri Plt Bupati Tapteng Syukran Tanjung yang mengatakan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pengungsi, khususnya untuk warga dan Muspika Manduamas. "Saudara yang berasal dari Aceh Singkil kami anggap adalah tamu, bukan pengungsi.
Pemkab Tapteng berterima kasih pada seluruh jajaran khususnya warga Manduamas, Polres Tapteng, Kodim 0211/TT dan seluruh pihak yang terkait dan membantu dalam penanganan warga Aceh". Tanbahnya.
Sebelumnya Pemkab dan masyarakat Tapteng serta jajaran terkait, secara bersama-sama telah melakukan upaya penangan pengungsi Aceh Singkil Aceh Singkil dengan menempatkan pengungsi di Pastoran Paroki Tumba Jae. Para pengungsi menempati gedung sekolah, rumah-rumah penduduk serta balai Desa Saragih.
Selanjutnya sekitar pukul 21.00 WIB (16/10) pengungsi kembali ke Aceh Singkil dengan menggunakan kendaraan pribadi dan Bus yang telah disediakan oleh Pemkab Aceh Singkil, selebihnya berangkat pada Sabtu (17/10) pagi. (Yudi)

0 komentar :
Posting Komentar